nav#menunav { border-bottom: 1px solid #e8e8e8; }

Flashfiction #Nenek

Penjagaku

Aku berlari riang memasuki taman kota. Aku sudah memikirkan mainan apa saja yang akan kunikmati.

Langkah kecilku dengan cepat berlari ke arah loket tempat pembelian tiket permainan.

Tangan kananku dipegang erat oleh seorang wanita paruh baya. Sedangkan ibuku sudah menunggu di kursi yang tak jauh dari arena permainan.

"Mba itu ibunya ya?" tanya seorang perempuan yang usianya tak jauh dari ibuku. Ibu hanya tersenyum tanpa berniat menjawab.

"Nek, itu cucunya tolong dijaga khawatir jatoh." seorang bapak mengingatkan wanita paruh baya di belakangku.

Sudah puluhan kali orang lain menanyakan hal yang sama kepadaku atau kepada ibuku. Apakah wanita paruh baya yang berada tak jauh dariku adalah ibu dari ibuku yang artinya adalah nenek ku?

Aku heran kenapa mereka bisa menyimpulkan langsung seperti itu? Kenapa pertanyaan itu selalu sama terlontar dari puluhan orang?

Wanita paruh baya itu begitu banyak jasa. Dia yang sering menggendongku dan mengurusku, dia yang selalu membantu urusan ibuku dalam banyak hal. Tapi kenapa mereka bilang itu adalah nenek ku? Pantaskah nenek ku berada di posisinya?

Wanita paruh baya itu adalah.. Asisten yang bekerja di rumahku.

Related Posts

0 komentar