nav#menunav { border-bottom: 1px solid #e8e8e8; }

Surat Syakira Untuk Ayah

Kondisi sekarang di saat suasana lockdown dan dilakukan sosial distancing membuat keuarga kami yang biasa berdomisili di Bekasi memilih tinggal di Garut (rumah Nenek-Kakek). Sudah satu bulan di sini dan nyaris tidak pernah jalan-jalan seperti biasanya jika melakukan liburan.

Bosan tentu saja, kegiatan serba terbatas. Apalagi lingkungan berbeda dengan kebiasaan kami tinggal di Bekasi cukup berpengaruh kepada activity daily.

Malam ini hari ke tiga anak-anak berjauhan dengan sang ayah karena mendadak harus ke Bekasi. Pesantren tempat kami tinggal harus segera dikosongkan karena akan segera diratakan untuk proses pengerjaan jalan tol. Sebelum ayahnya berangkat, diisi dengan tangisan anak-anak yang ingin ikut tapi harus bertahan di sini untuk keselamatan bersama karena Bekasi sudah termasuk zona merah covid-19.

Sedih sih karena di akhir kesempatan tidak bisa ke sana. Padahal tahun lalu kami sempat packing karena tahu akan pindah tetapi tidak jadi karena berbagai hal, akhirnya sebagian barang yang sudah dipacking kami buka lagi. Di saat posisi tidak sedang bersiap malah harus segera pindah.

Teringat proses pindahan yang membutuhkan tenaga ekstra, padahal sebelum berangkat ke Bekasi sang ayah dalam kondisi kurang fit. Kemarin pun berkabar sempat drop karena kelelahan.

Mengingat itu, Syakira membuat surat untuk sang ayah. Kasak kusuk cari pulpen dan kertas, bolak balik dari lantai 1 ke lantai 2. Dan... inilah isi suratnya. Singkat, padat, tapi sarat  penuh cinta.


Garut, 16 April 2020.

Related Posts

0 komentar